Pasang Iklan Gratis

Perundingan nuklir Iran-AS kembali digelar, Trump: Saya akan terlibat

 PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan terlibat secara tidak langsung dalam perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Selasa, 17 Februari. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Air Force One, Senin malam, 16 Februari.

“Saya akan terlibat dalam perundingan itu, secara tidak langsung. Dan perundingan itu akan sangat penting,” kata Trump. Menurut laporan dari Axios, Trump menyebut dirinya akan terlibat dalam putaran kedua perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa. Pertemuan tersebut akan mempertemukan utusan Trump, Jared Kushner dan Steve Witkoff, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.'

Pertemuan ini dinilai menjadi titik penentu apakah kedua negara bergerak menuju kesepakatan nuklir baru atau justru menuju perang. Trump mengatakan Iran dikenal sebagai negosiator tangguh. “Orang-orang Iran adalah negosiator yang keras, saya berharap mereka akan lebih masuk akal,” ujarnya.

Bayang-bayang Serangan Militer AS

Menjelang perundingan, ketegangan meningkat. Dilansir dari CNA, Amerika Serikat mengerahkan kapal induk kedua ke Timur Tengah. Militer AS juga mempersiapkan kemungkinan kampanye militer berkelanjutan jika perundingan tidak membuahkan hasil, menurut pejabat AS.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan 18 jet tempur F-35 beserta sejumlah pesawat tanker tiba di Timur Tengah pada Senin. Sejumlah pejabat AS menyatakan mereka memperkirakan Iran akan datang ke perundingan dengan membawa konsesi nyata terkait program nuklirnya.

Sebelumnya, perundingan nuklir Iran-AS sempat mandek karena Washington menuntut Teheran menghentikan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri. Amerika Serikat menilai pengayaan tersebut dapat menjadi jalur menuju pengembangan senjata nuklir Iran. Ketegangan juga meningkat setelah AS bergabung dengan Israel dalam serangan terhadap situs nuklir Iran pada Juni lalu.

Upaya Diplomasi di Jenewa

Di Jenewa, Abbas Araghchi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi, yang menjadi mediator antara Washington dan Teheran. Ia juga bertemu Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang akan berperan dalam pemantauan dan verifikasi jika tercapai kesepakatan.

“Saya berada di Jenewa dengan gagasan nyata untuk mencapai kesepakatan yang adil dan setara,” tulis Araghchi di X. “Yang tidak ada di atas meja perundingan: tunduk di bawah ancaman,” ungkapnya. Sementara itu, Senator Lindsey Graham juga mengatakan kepada Axios bahwa pemerintahan Trump dan pemerintah Israel sepenuhnya terkoordinasi terkait Iran.

“Tidak ada jarak antara Trump dan Bibi (Netanyahu),” katanya. Graham juga menyebut Trump memiliki dua jalur, yaitu diplomasi dan potensi tindakan militer. “Trump tidak akan membiarkan Iran memainkan permainan perundingan tanpa akhir dan menggeser-geser batas. Ia sepenuhnya menyadari konsekuensi dari bertindak maupun tidak bertindak,” ujarnya menambahkan.

0 Response to "Perundingan nuklir Iran-AS kembali digelar, Trump: Saya akan terlibat"

Post a Comment