Kabag Ops Polres Metro Jakpus adu mulut dengan mahasiswa saat demo: Ya sudah marahi gua
Adu mulut terjadi antara Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Ashabul Kahfi dengan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) saat aksi demonstrasi di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Peristiwa tersebut berawal ketika ada dua mobil berwarna silver dan hitam terjebak di tengah kerumunan massa yang tengah menggelar aksi demonstrasi.
Lalu, mobil silver tersebut telah berhasil dikeluarkan dari kerumunan massa. Namun, mobil hitam berjenis SUV masih terjebak.
Selanjutnya, massa yang mayoritas merupakan mahasiswa membantu agar mobil tersebut bisa keluar dari kerumunan. Pada momen tersebut, massa masih tetap meneruskan orasinya.
"Hati-hati, hati-hati, hati-hati provokasi!" teriak massa yang berada di lokasi.
Pada saat yang bersamaan, ada seorang perempuan yang turut meminta massa agar membukakan jalan bagi mobil tersebut.
"Bukain jalan, dia rakyat sipil, bukain!" kata perempuan tersebut.
AKBP Kahfi pun turut membantu mobil tersebut agar bisa keluar dari kerumunan massa. Namun, tiba-tiba, massa menyoraki AKBP Kahfi.
"Woo!" teriak massa kepada AKBP Kahfi.
"Woo. Allahuakbar!" teriak perwira menengah tersebut sembari mengadahkan kedua tangannya ke atas.
Setelah itu, ada seorang perempuan yang terlihat mengacungkan jari tengah dan mengarah ke wajah AKBP Kahfi. Ia pun lantas tidak terima atas perlakuan perempuan itu.
Dia kemudian meminta agar perempuan itu tidak perlu melakukan aksi semacam itu.
"Jangan begitu lah, tidak bagus kayak gitu," kata AKBP Kahfi kepada perempuan tersebut.
Saat perempuan itu pergi meninggalkan lokasi, AKBP Kahfi tiba-tiba didatangi seorang mahasiswa UI dan berujung terjadi adu mulut.
Tidak terdengar seluruh percakapan di antara mereka. Namun, AKBP Kahfi menegaskan tidak memiliki urusan dengan mahasiswa tersebut.
"Gua nggak ada urusan sama lo!" katanya sembari memalingkan badan.
Lalu, dirinya lebih memilih untuk melanjutkan upayanya agar mobil hitam tadi bisa keluar dari kerumunan massa. Hanya saja, mahasiswa UI itu kembali menghampiri AKBP Kahfi.
"Bro, lu nggak usah banyak gaya bro," katanya kepada mahasiswa tersebut.
"Gua nggak banyak gaya. Gua marah," timpal mahasiswa UI dengan ciri-ciri berkacamata dan berambut ikal tersebut.
AKBP Kahfi pun meminta agar massa meluapkan seluruh kekesalannya kepadanya.
"Lho kita marah sama Bapak," kata mahasiswa tersebut.
"Ya sudah silahkan marahin. Marahin gua nggak apa-apa," jawab AKBP Kahfi.
Setelah itu, AKBP Kahfi melanjutkan tugasnya untuk membantu pengendara mobil hitam yang masih terjebak tadi. Hingga artikel ini diterbitkan, aksi demonstrasi masih berlangsung.
5 Tuntutan dalam Aksi Hari Ini
Sebelumnya, Ketua BEM UI Yatalathof Mas'hum Imawan mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi pada hari ini merupakan wujud kritik terhadap pemerintah yang tidak pernah melihat realita yang terjadi di tengah masyarakat.
Dia mengecam pemerintah yang hanya melihat pertumbuhan ekonomi di atas kertas, tetapi tidak ada perubahan berarti yang dirasakan masyarakat.
"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," katanya pada Kamis (11/6/2026).
Sosok yang akrab disapa Athof ini mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan bukan terkait perbedaan politik antar masyarakat tetapi dampak dari pemerintah yang dianggapnya telah merugikan rakyat.
Dia menegaskan aksi ini perlu dilakukan demi membuka mata pemerintah tentang nasib rakyatnya.
"Kami memandang memberi kesempatan dan waktu sudah terlalu lama kita coba. Karena kritik lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan. Lebih-lebih karena pemerintah memilih mengelak alih-alih bertanggung jawab," ujarnya.
Athof juga mengungkapkan bahwa ada lima tuntutan yang akan digaungkan pada aksi demonstrasi hari ini, yakni setop pemborosan APBN, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
"Hentikan militerisme di ranah sipil, dan terakhir Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahan dari pemerintah," katanya.


0 Response to "Kabag Ops Polres Metro Jakpus adu mulut dengan mahasiswa saat demo: Ya sudah marahi gua"
Post a Comment