Pasang Iklan Gratis

Didepak Arema setelah 10 tahun mengabdi, Dedik Setiawan: Saya tidak tahu alasannya

 Perjalanan panjang Dedik Setiawan bersama Arema FC mencapai garis akhir.

Setelah satu dekade mengabdikan diri untuk klub kebanggaan Aremania, striker asal Kabupaten Malang itu resmi dilepas manajemen Singo Edan tanpa perpanjangan kontrak.

Keputusan tersebut langsung memicu tanda tanya besar. Pasalnya, Dedik bukan sekadar pemain biasa. 

Dia merupakan salah satu ikon

Arema

yang tumbuh dari akademi hingga menjadi andalan tim senior dan sempat menembus Timnas Indonesia.

Penyerang berusia 31 tahun tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Arema memilih mengakhiri kerja sama dengannya.

"Saya kurang paham tentang itu. Nanti saja kalau sudah mendapatkan klub saya berkomentar," ujar Dedik.

Pernyataan singkat tersebut langsung menjadi sorotan. 

Sebab, pemain yang telah menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Arema itu mengisyaratkan dirinya juga tidak mendapatkan penjelasan rinci terkait keputusan klub.

Meski begitu, Dedik mengaku sudah mengetahui sejak beberapa waktu lalu kontraknya tidak akan diperpanjang. 

Dia pun memilih menerima kenyataan pahit harus berpisah dengan klub yang telah membesarkan namanya.

Selama 10 musim memperkuat Singo Edan, Dedik telah melewati berbagai fase, mulai dari menjadi striker andalan, langganan Timnas Indonesia, hingga menghadapi masa-masa sulit akibat cedera lutut yang sempat menghambat kariernya.

Musim lalu menjadi periode yang berat bagi Dedik. Dia hanya tampil dalam 11 pertandingan dan gagal mencatatkan gol maupun asis.

Ketatnya persaingan di lini depan, terutama setelah bertambahnya kuota pemain asing, membuat menit bermainnya makin terbatas.

Namun bagi banyak Aremania, statistik bukan satu-satunya ukuran.  Loyalitas Dedik yang bertahan selama satu dekade bersama Arema menjadi nilai yang sulit dicari dalam sepak bola modern.

Tak heran kabar perpisahan ini meninggalkan luka bagi sebagian pendukung. 

Dedik sendiri mengaku akan selalu menyimpan kenangan manis bersama klub yang telah memberinya banyak pengalaman berharga.

"Salah satunya tentu saat juara Piala Presiden," kata Dedik.

Bersama Arema, Dedik berhasil mengoleksi empat trofi Piala Presiden, sebuah pencapaian yang hanya dimiliki segelintir pemain di skuad Singo Edan.

Meski belum mengungkap klub tujuan berikutnya, Dedik memastikan kisahnya bersama Arema akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. 



0 Response to "Didepak Arema setelah 10 tahun mengabdi, Dedik Setiawan: Saya tidak tahu alasannya"

Post a Comment