Pasang Iklan Gratis

Final Liga Champions: Arsenal jaga momentum pecahkan telur, PSG ikuti jejak Real Madrid

 Laga final Liga Champions musim 2025/2026 yang mempertemukan Arsenal vs PSG akan tersaji pada Sabtu (29/5/2026) jam 23.00 WIB.

Puskas Arena yang terletak di Budapest, Hungaria, akan menjadi saksi perebutan gelar juara Liga Champions musim ini.

Baik Arsenal dan PSG tentu sama-sama berhasrat untuk membawa pulang trofi Si Kuping Besar edisi kali ini.

Contohnya Arsenal.

Keberhasilan Arsenal lolos ke Liga Champions musim ini, membuka peluang tim Meriam London untuk bisa pecah telur.

Seperti diketahui, Arsenal belum pernah sekalipun memenangkan gelar utama di turnamen Liga Champions.

Pencapaian terbaik Arsenal saat berlaga di Liga Champions ialah ketika menjadi finalis turnamen pada tahun 2006 silam.

Kala itu, Arsenal yang tinggal selangkah lagi bisa mengangkat trofi Liga Champions, justru tunduk di tangan Barcelona.

Kekalahan dengan skor 2-1 melawan Barcelona di final 2006, membuyarkan harapan Arsenal memenangkan gelar perdana Liga Champions.

Kini, setelah 20 tahun berlalu, Arsenal kembali menjejakkan kaki untuk kedua kalinya di laga puncak Liga Champions.

Perjalanan Arsenal untuk bisa tembus ke final tergolong sangat mengesankan.

Sejak matchday pertama di babak fase liga, Arsenal belum pernah mengalami satupun kekalahan melawan tim manapun.

Di fase liga, Arsenal bahkan mampu menyapu bersih delapan laga dengan raihan tiga poin kemenangan.

Termasuk kemenangan elit melawan tim sekelas Bayern Munchen dan Inter Milan dengan skor identik, 3-1.

Lalu ketika memasuki babak fase gugur, perjalanan Arsenal sempat terganggu, sebelum akhirnya bisa lolos ke partai final.

Menyingkirkan Bayer Leverkusen (16 besar), Sporting CP (8 besar), dan Atletico (semifinal), menjadi jalan perjuangan Arsenal menapaki final.

Kini, Arsenal tinggal berhadapan dengan PSG yang berstatus sebagai juara bertahan di Liga Champions musim ini.

Laga melawan PSG menjadi kesempatan bagi Arsenal untuk memenangkan gelar perdana Liga Champions dalam sejarah.

Arsenal hanya butuh mengalahkan PSG saja di final, guna mengklaim trofi si Kuping Besar yang selama ini telah mereka impikan.

Selain punya bekal berharga berupa tren tak terkalahkan dan sulit dibobol di Liga Champions musim ini, Arsenal juga diuntungkan dengan kondisi lainnya.

Dapat dikatakan, kepercayaan diri Arsenal menatap laga final ini makin tinggi, setelah mereka baru saja merayakan gelar juara di Liga Inggris.

Keberhasilan Arsenal memenangkan gelar Liga Inggris musim ini, tentu tidak hanya membuat mereka menyudahi penantian 22 tahun, tidak pernah memenangkan kompetisi tersebut.

Melainkan juga, menjadi momentum apik bagi Arsenal untuk bertarung habis-habisan demi memenangkan laga final Liga Champions.

Mikel Arteta selaku pelatih Arsenal pun sepenuhnya percaya bahwa timnya bisa mencetak sejarah di final Liga Champions.

"Kini, kami punya kesempatan untuk menciptakan sejarah baru di klub kami, saya yakin kami akan mewujudkannya, kata Arteta setelah perayaan gelar juara Liga Inggris, dilansir Mirror.

"Kita membutuhkan energi perayaan ini agar terus mengalir, karena jika kita menghindari momen ini, justru akan menjadi kesalahan besar,"

"Kami sudah membicarakan apa yang harus kami lakukan di Budapest, termasuk bagaimana cara kami menggunakan semua energi luar biasa ini untuk final,"

"Kita adalah juara, hal itu membawa banyak kepercayaan diri serta kehadiran dan energi yang berbeda," tukasnya.

Hal serupa juga dirasakan PSG.

Jika Arsenal berjuang untuk meraih gelar perdana, berbeda dengan PSG yang termotivasi mempertahankan trofi Liga Champions.

Dalam sejarahnya, tidak banyak tim yang mampu mempertahankan gelar juara Liga Champions secara berturut-turut.

Barangkali, hanya Real Madrid yang tercatat sebagai tim terakhir yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions.

Tidak hanya sekali, Real Madrid mampu mempertahankan gelar turnamen ini dalam tiga musim beruntun (2016-2018).

Fakta bahwa tidak banyak klub yang bisa mempertahankan gelar Liga Champions menjadi tanda sulitnya kompetisi musim ini.

Tantangan itulah yang kini akan coba diperjuangkan oleh PSG selaku juara bertahan musim ini.

Pelatih PSG, Luis Enrique pun menegaskan kedatangannya melatih tim ini, ialah membuat sejarah gemilang.

Alhasil, dengan lolosnya PSG ke final dalam dua musim beruntun, sudah mempertegas ambisi besarnya melatih Les Parisiens.

"Ketika anda bisa memenangkan gelar seperti yang kami lakukan tahun lalu, tepat ketika tidak ada yang mengharapkan kami bisa melakukannya, itu menyisakan perasaan gembira dan bangga," akui Enrique dilansir laman UEFA.

"Kini, perasaan itu masih ada, sekali lagi, saya datang ke klub ini dengan tujuh membuat sejarah,"

"Musim lalu kami memang sudah membuat sejarah, tetapi bab itu sudah ditutup, dan kami ingin terus menulis kisah seperti ini,"

"Saya rasa tekanan musim lalu lebih besar, tapi kali ini ada tekanan lain bahwa kami pantas meraihnya lagi," tegasnya.

Layak dinanti tim mana yang bakal keluar sebagai pemenang, dan berhak membawa pulang trofi Liga Champions musim ini?

0 Response to "Final Liga Champions: Arsenal jaga momentum pecahkan telur, PSG ikuti jejak Real Madrid"

Post a Comment