Pasang Iklan Gratis

Uda Rio puji adaptasi Imran Nahumarury usai Semen Padang tekuk PSBS Biak 2-0

  Semen Padang FC sukses mengamankan tiga poin penuh usai menundukkan PSBS Biak dengan skor 2-0 

Kemenangan ini dipandang sebagai bukti keberhasilan pelatih baru dalam beradaptasi, sebagaimana disampaikan oleh pendukung setia sekaligus konten kreator, Verio Hasferi alias Uda Rio.

Pertandingan ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Laga kontra PSBS Biak ini sekaligus menjadi debut Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala Semen Padang FC menggantikan Dejan Antonic.

Eks pelatih Malut United ini ditunjuk mengisi kursi kepelatihan setelah Dejan Antonic resmi dilepas oleh manajemen tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Dua gol kemenangan Semen Padang FC dicetak oleh Guillermo Hernandez Hierro.

Uda Rio menilai pelatih sudah bisa menyesuaikan diri dengan cepat, dan berhasil meraih tiga poin penting.

"Pelatih sudah bisa menyesuaikan diri dengan cepat, dan memaksimalkan strategi dengan baik," ujar Uda Rio.

Sebelumnya Uda Rio mendukung keputusan Manajemen dengan dilakukannya pergantian pelatih kepala.

Uda Rio menyebutkan bahwa di bawah kepemimpinan pelatih sebelumnya, Dejan Antonic, performa tim dirasa stagnan dan sulit berkembang.

Kehadiran Imran Nahumarury sebagai nakhoda baru diharapkan mampu membawa warna baru dalam permainan tim.

Rio menekankan pentingnya kekompakan tim serta kemampuan pelatih dalam memaksimalkan potensi seluruh pemain yang ada.

Dengan adanya pelatih kepala baru, Uda Rio diharapkan membuat gaya permainan berubah ke arah yang lebih baik atau positif.

Semen Padang FC Hajar PSBS Biak 2-0

Semen Padang FC langsung tampil beringas di bawah komando pelatih baru, Imran Nahumarury, pada laga pekan ke-25 BRI Super League 2025/26, Senin (9/3/2026).

Strategi pergantian taktik di babak kedua menjadi kunci sukses Kabau Sirah membungkam PSBS Biak dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo.

Pelatih Semen Padang FC mengungkapkan keberhasilan timnya meraih poin penuh berkat kedisiplinan pemain dalam menjalankan instruksi.

Meski hanya memiliki waktu mepet untuk meramu tim, Imran mampu mengubah permainan menjadi lebih efektif saat memasuki paruh kedua pertandingan.

Setelah sempat main imbang tanpa gol di babak pertama, Kabau Sirah mampu menjebol gawang PSBS lewat dua gol yang dicetak oleh Guillermo Fernandez menit ke-70 dan 90+4.

Hasil yang tentunya jadi penyejuk bagi Semen Padang pada pertandingan yang menjadi debut pelatih baru Imran Nahumarury.

Tambahan tiga poin ini juga membuat Semen Padang untuk sementara mampu naik dua strip dari peringkat ke-18 jadi posisi ke-16 dengan 20 poin.

Untuk sementara, poin ini menyamai Persijap Jepara dan Madura United FC yang posisinya ada diatas Kabau Sirah.

Persis Solo sementara harus turun ke posisi juru kunci dengan 17 poin namun belum menjalani laga pekan ke-25. Sedang di peringkat ke-17 ada PSBS dengan 18 poin.

“Yang pastinya kami sebagai tim pelatih bersyukur, meskipun persiapan kami hanya dua hari, tapi pemain-pemain tampil sangat luar biasa, mereka bisa menjalankan taktikal terutama di babak kedua, yang tadi di babak pertama itu coba untuk main lebih sabar, babak kedua kita membuat perubahan dan counter attack kita berhasil,” kata Imran Nahumarury.

Mantan pelatih Malut United FC itu menyadari benar begitu krusialnya arti kemenangan dari PSBS ini. Terlebih sebelumnya Semen Padang baru saja melewati beberapa laga lawan tim papan tengah dan papan atas dan belum menghasilkan apa yang diinginkan.   

"Pertandingan yang sangat tidak mudah melawan tim yang berada di papan tengah atau papan atas. Tapi ketika saya datang, anak-anak sangat antusias, mereka sangat luar biasa. Jadi ibaratnya tim ini bahan yang sudah ada. Saya hanya datang, sedikit kita poles begini, dan mereka bisa," dia menambahkan.

Dapatkan tambahan tiga poin dan mendongkrak posisi sementara di klasemen ditanggapinya dengan positif.

"Tapi kami sadar perjalanan ini masih jauh. Namun kemenangan ini tentu harapannya jadi modal bagi kami untuk laga-laga selanjutnya. Kepada pemain saya tekankan bahwa 10 pertandingan tersisa adalah laga final. Step by step kita jalani untuk bisa mendapat poin demi poin," tutupnya. 

Babak Pertama: Berakhir 0-0

Pada babak pertama, kedua tim bermain cukup hati-hati. Sejak kick-off, PSBS Biak sempat menguasai tempo permainan.

Peluang pertama tuan rumah tercipta pada menit ke-5 melalui tendangan bebas setelah pemain Semen Padang, Samuel Christianson Simanjuntak, melakukan pelanggaran di luar kotak penalti.

Namun peluang tersebut masih mampu dipatahkan barisan pertahanan Kabau Sirah.

Semen Padang mencoba merespons pada menit ke-8 melalui sepakan keras Maicon De Souza, namun bola masih melebar dari gawang PSBS Biak.

Petaka sempat menghampiri tim tamu pada menit ke-11 setelah kapten tim Alhasan Wakaso mengalami cedera usai benturan dengan pemain PSBS Biak. Wakaso kemudian digantikan oleh Ripal Wahyudi.

PSBS Biak sempat mendominasi permainan pada awal laga. Namun Semen Padang perlahan mulai menemukan ritme permainan.

Pada menit ke-30, Semen Padang hampir membuka keunggulan. Umpan silang Maicon De Souza disambut Firman Juliansyah hingga mengenai tiang gawang. Namun wasit menilai bola dari Maicon sudah lebih dulu keluar lapangan.

Satu menit berselang, Kianz Gonzalez Froese kembali mengancam gawang PSBS Biak setelah menerima umpan dari Firman. Namun kiper PSBS Biak, Aldo Monteiro Kudu, berhasil menepis bola.

Semen Padang kembali harus melakukan pergantian pemain pada menit ke-40 setelah bek asing Jaime Andres Giraldo Ocampo mengalami kram. Ia kemudian digantikan oleh Ricky Ariansyah.

Menjelang akhir babak pertama, Semen Padang sempat mendapatkan beberapa peluang melalui Guillermo Hernandez Hierro dan Froese, namun belum mampu menghasilkan gol. Hingga turun minum, skor masih bertahan 0-0.

Babak Kedua: Brace Guillermo Segel 3 Poin Semen Padang

Memasuki babak kedua, Semen Padang langsung melakukan dua pergantian pemain. Firman Juliansyah digantikan Muhammad Kasim Botan, sementara Kianz Gonzalez Froese ditarik keluar dan digantikan Kazuki Nagasawa.

PSBS Biak kembali mencoba menekan di awal babak kedua. Pada menit ke-50, Andrade mendapatkan peluang di dalam kotak penalti, namun sepakannya masih mampu diamankan kiper Semen Padang.

Pada menit ke-57, Semen Padang kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Irsyad Maulana menggantikan Maicon De Souza. Masuknya Irsyad membuat serangan Kabau Sirah semakin hidup.

PSBS Biak sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-59 melalui pemain pengganti Ruyery. Namun sepakan tersebut berhasil dipatahkan oleh Ricky Ariansyah.

Pertandingan kemudian berjalan terbuka dengan jual beli serangan dari kedua tim. Pada menit ke-66, PSBS Biak kembali mengancam melalui aksi Luquinhas yang berhasil melewati beberapa pemain belakang Semen Padang. Beruntung, sepakannya masih mampu diamankan kiper Kabau Sirah.

Semen Padang akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69. Gol berawal dari tendangan pojok yang diambil Irsyad Maulana. Umpan tersebut langsung disambut tandukan Guillermo Hernandez Hierro.

Bola sempat ditepis kiper PSBS Biak, namun tetap mengalir masuk ke gawang sehingga mengubah skor menjadi 1-0 untuk Semen Padang.

Tertinggal satu gol, PSBS Biak mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun barisan pertahanan Semen Padang FC mampu mengantisipasi setiap peluang yang datang.

Semen Padang juga beberapa kali mencoba menambah keunggulan melalui Irsyad Maulana dan Kasim Botan. Namun hingga menit ke-80, skor masih bertahan 1-0.

Pada menit ke-83, Guillermo Hernandez Hierro kembali mendapat peluang di dalam kotak penalti, tetapi sepakannya masih berhasil diblok pemain belakang PSBS Biak.

PSBS Biak sempat mendapatkan dua peluang melalui situasi sepak pojok pada menit ke-86. Namun pertahanan Semen Padang masih mampu menggagalkan peluang tersebut.

Menjelang akhir pertandingan, Semen Padang kembali mendapatkan peluang melalui Irsyad Maulana yang menusuk dari sisi kiri pada menit ke-88. Namun sepakannya masih bisa dipatahkan pemain bertahan PSBS Biak.

Wasit kemudian memberikan tambahan waktu empat menit. Pada masa injury time itulah Semen Padang memastikan kemenangan.

Gol kedua Kabau Sirah kembali dicetak Guillermo Hernandez Hierro setelah memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangun Irsyad Maulana. Irsyad yang melihat Hierro berdiri bebas langsung memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sepakan keras ke gawang PSBS Biak. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan 2-0 untuk kemenangan Semen Padang FC tidak berubah.

Berkat kemenangan tersebut, Semen Padang FC naik ke peringkat 16 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Poin Kabau Sirah kini sama dengan Persijap Jepara di posisi 15 dan Madura United di peringkat 14 yang juga mengoleksi 20 poin.

Sementara itu, PSBS Biak harus turun ke peringkat 17 dengan raihan 18 poin.

Line-up Semen Padang FC:

Rendy Oscario (GK), Ravy Dieulerinche Tsouka Dozi, Jaime Andres Giraldo Ocampo, Asyraq Gufran, Kianz Gonzalez Froese, Samuel Christianson Simanjuntak, Maicon De Souza, Boubakary Diarra, Alhasan Wakaso, Firman Juliansyah, Guillermo Hernandez Hierro.

Line-up PSBS Biak FC:

Aldo Monteiro Kudu (GK), Hwang, Sandro S, N Hassan, Luquinhas, Eduardo B, G Brown, Y Putra, U Armaiyn, Andrade, H Susanto.


0 Response to "Uda Rio puji adaptasi Imran Nahumarury usai Semen Padang tekuk PSBS Biak 2-0"

Post a Comment