Pasang Iklan Gratis

AS gunakan pangkalan di Inggris yang diklaim untuk operasi pertahanan khusus terhadap Iran

 Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (7/3/2026) menyatakan, Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan di Inggris untuk melakukan "operasi pertahanan khusus" terhadap Iran. Selain itu, jet tempur Typhoon dan F-35 Inggris juga terlibat dalam operasi udara di Yordania, Qatar, dan Siprus, serta telah mengerahkan helikopter Merlin ke wilayah tersebut.

"Amerika Serikat telah mulai menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan khusus guna mencegah Iran menembakkan rudal ke wilayah tersebut, sehingga membahayakan nyawa warga Inggris," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Sky News.

Sementara itu, ratusan orang berkumpul di pusat kota Nicosia, Siprus, pada Sabtu untuk memprotes keberadaan pangkalan militer Inggris di negara tersebut, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Cyprus Mail. Para pengunjuk rasa dilaporkan membawa spanduk bertuliskan "Siprus bukan landasan peluncuranmu" dan "Pangkalan Inggris keluar."

Pada Jumat, Presiden Siprus Nikos Christodoulides tidak menampik kemungkinan bahwa isu terkait masa depan pangkalan militer Inggris di pulau itu akan diangkat setelah berakhirnya konflik di Timur Tengah.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil. Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel mengeklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis. Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera dan permusuhan dihentikan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Timur Tengah tidak akan pernah damai selama masih menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Iran diketahui telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari.

"Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kita yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian," katanya di X pada Sabtu (7/3/2026).

Hari pertama aksi militer tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.200 orang.

Sementara itu, China dilaporkan mulai beralih mendukung Iran dengan memberikan bantuan finansial, suku cadang pengganti, dan komponen terkait rudal. Mengutip tiga sumber yang mengetahui masalah itu, laporan tersebut menyebutkan Beijing sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik antara Iran dan AS-Israel, tetapi para pejabat AS memantau tanda-tanda bahwa posisi China mungkin berubah.

China adalah pembeli utama minyak mentah Iran dan secara terpisah telah mendesak Teheran untuk memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz bagi kapal komersial, sebut laporan itu. Seorang sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa China sangat berhati-hati memberikan dukungan karena konflik tersebut bisa mengancam ketahanan energinya.

Warga yang mendukai gugurnya pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Khamenei berkumpul di Lapangan Enghelab di ibu kota Iran, Teheran, Ahad (1/3/2026). - (Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

CNN juga melaporkan bahwa Rusia diduga telah berbagi citra satelit dan intelijen penargetan lainnya dengan Iran, termasuk data mengenai posisi dan pergerakan pasukan AS. Badan Intelijen Pusat (CIA) menolak mengomentari laporan tersebut.

Pekan lalu, enam tentara AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait. Iran telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal ke fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sasaran sipil, sementara serangan AS dan Israel menghantam lebih dari 2.000 lokasi di Iran.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak AS-Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu, yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan sejumlah pejabat militer senior.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.


0 Response to "AS gunakan pangkalan di Inggris yang diklaim untuk operasi pertahanan khusus terhadap Iran"

Post a Comment